cropped-logo-teater-sirat.jpg

bait-requiem

Bait Requiem

Oleh Ilyas Gethuk

Hari ini aku tak berani membasuh muka

Tanganku terbakar oleh hentakan linggis dan dawai bambu

Mencoba memberi sedikit ruang bagi kawan baruku

Teringat dua tahun lalu,

Ketika kau memberitahuku bahwa puisi telah mati

Maka aku tak akan menangisinya,

Karena tanpa kematian peringatan tak akan ada

Terimakasih, kawan, untuk selalu barbagi payung denganku

Terimakasih karena membiarkanku merangkai as, king, queen dan teman temannya

Terimakasih telah membiarkanku memperingati kematian puisi bersamamu

Rumah ini akan selalu menjadi makam bait-bait puisi,

Dan kami akan memperingatinya

Di sela-sela kesibukan kopi

Dan akan selalu begitu

~Solo Baru, 30 November 2016

 BACA PUISI LAGI DI SINI